Dokumentasi
Role and Permission
Role and Permission mengelola apa yang bisa user lihat, buat, approve, cancel, bayar, laporkan, atau administrasikan. Gunakan halaman ini untuk memahami posisi Role and Permission dalam alur kerja harian dan data apa yang perlu disiapkan sebelum fitur dipakai.
Kenapa Dibutuhkan
Permission melindungi fitur sensitif dan menjaga user tetap fokus pada modul yang mereka butuhkan. Dengan alur yang konsisten, tim dapat mengurangi input ulang, menjaga data tetap rapi, dan menelusuri proses bisnis dengan lebih mudah.
Workflow
- 1Klik menu samping
Roles. - 2Cari atau filter role yang sudah ada.
- 3Klik
Create. - 4Isi nama dan tipe role.
- 5Pilih permission.
- 6Klik
Save. - 7Gunakan
Edituntuk role yang dapat diedit. - 8Gunakan
Duplicateuntuk menyalin role. - 9Hapus hanya role yang belum ditugaskan ke user.
Contoh
Rekomendasi screenshot:
- Daftar role
- Form buat role
- Checklist permission
Catatan
Catatan
- Role protected/default mungkin tidak dapat diedit.
- Nama role harus unik dalam perusahaan.
- Role terakhir dengan permission admin tidak boleh kehilangan permission tersebut.
- Permission role memengaruhi menu yang terlihat dan aksi yang diizinkan.
- Menu modul hanya muncul jika role memiliki permission untuk membuka halaman utama modul tersebut.
- Permission create, approve, cancel, atau payment saja tidak menampilkan menu modul jika permission view belum dimiliki.
- Menu yang disembunyikan bukan pengganti pemeriksaan akses; halaman dan aksi tetap memeriksa permission.
- Chat tetap tersedia untuk user yang sudah login tanpa permission modul tambahan.